a little space for share
14 Sep
Bagi beberapa orang yang mempunyai pemikiran yang cukup terbuka, kehilangan keperawanan bukanlah suatu hal yang perlu dirisaukan, atau bahkan dipermasalahkan. Bahkan kalau kita sempat berkeliling dunia maya, dan masuk kebeberapa forum yang membahas tentang pengalaman mereka yang telah kehilangan keperawanan, beberapa diantaranya sepertinya “bangga” dengan status barunya itu.
Seorang perawan adalah seorang wanita yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama. Wanita yang masih perawan disebut gadis. Secara umum ‘perawan’ juga direlasikan dengan kesucian. Untuk laki-laki yang belum pernah melakukan senggama disebut jaka atau jejaka. Secara fisik perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Dan hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina (tergantung bentuk dan ketebalan selaput dara) saat mengadakan hubungan seksual pertama kali. Secara istilah Islami, keperawanan bukan sekadar masih utuhnya selaput dara di vagina, melainkan setiap wanita yang belum pernah melakukan aktivitas-aktivitas seksual. (sumber : wikipedia)
Dalam Islam sendiri, memang masalah keperawanan tidak pernah disinggung secara tegas, hanya ada beberapa masalah hukum yang dikaitkan dengan keperawanan ini, diantaranya tentang perwalian bagi wanita yang akan menikah, selebihnya Islam bisa dibilang tidak terlalu mempermasalahkan keperawanan. Bahkan Rasulullah SAW, beberapa kali menikah dengan wanita-wanita yang bukan perawan lagi. Jadi kalau ada orang yang mempermasalahkan keperawanan dan mencari dasar dalam Islam, dia tidak akan menemukannya, bahkan kalau meniru Rasulullah SAW, carilah wanita-wanita yang bukan perawan lagi.
Islam hanya mempermasalahkan bagaimana cara hilangnya keperawanan itu, apakah melalui prosedur tetap yang benar, yakni melalui pernikahan yang sah, atau diobral sebagai sedekah dengan alasan cinta buta, ekonomi atau alasan-alasan lain yang lebih bersifat duniawi. Dalam hal ini Islam sangat ketat dan sangat tegas mengatur prosedur menghilangkan keperawanan ini, yang hanya bisa dilakukan melalui satu prosedur tetap, yaitu pernikahan yang sah. Sedangkan alasan-alasan lain yang lebih bersifat duniawi, Islam dengan tegas menetapkan proses penghilangan keperawanan itu sebagai tindakan melawan hukun dengan hukuman yang sangat berat.
2 Responses for "Hilangnya keperawanan"
jd penyebabnya pa?bisa djelaskan nga?
@jifa: penyebab apanya tuh ?
kan udah dijelasin diatas beberapa penyebabnya ?
Leave a reply