a little space for share
24 Dec
Dijaman yang serba materi ini, manusia seringkali terjebak dalam kesibukan yang tidak henti. Kesibukan yang terus bergerak seiring gerak detik jarum jam, detik demi detik terlewati dengan begitu cepat. Dan pada akhirnya, akan sampai pada suatu titik jenuh, titik dimana semua kesibukan itu serasa membosankan tiada kepalang. Situasi ini bisa saja dialami oleh siapapun tanpa terkecuali, karena memang demikianlah manusia diciptakan (al-Ma’arij 19-20).
Dalam situasi terjepit seperti itu, satu hal yang paling banyak dicari orang, yaitu ketenangan jiwa. Karena dengan jiwa yang tenang, maka semua jalan akan terbuka. Semua kesulitan akan terlepaskan, semua kebosanan akan sirna.Rejeki akan datang berlimpah, yang datangnya saja tidak bisa diperkirakan sumbernya (An-Nahl 112).
Salah satu cara yang direkomendasikan oleh Al-Qur’an untuk mendapatkan ketenangan jiwa ini, adalah dengan berdzikir kepada Allah SWT (Al Ra’d 28).
Berdzikir bukanlah pekerjaan yang sulit, hampir semua manusia bisa melakukannya kapan dan dimana saja. Setidaknya ada dua macam cara berdzikir ini, yakni berdzikir secara rahasia (dzikir sirry) dan berdzikir secara terang-terangan (dzikir jahry).
Dzikir Sirry biasanya dilakukan dengan ritual-ritual dan doa tertentu, yang kemudian lebih dikenal sebutan Thariqah. Sedangkan dzikir jahry, adalah segala bentuk prilaku dan bacaan yang bisa mengingatkan manusa kepada Penciptanya. Pendek kata, dzikir jahry adalah segala bentuk kebaikan yang biasa dilakukan oleh manusi yang nantinya bisa mengingatkan manusia itu siapa dirinya, dan siapa Penciptanya.
Karena itu siapapun bisa menjalankan dzikir jahry ini, tapi tidak demikian dengan dzikir sirry. Sebab dzikir sirry memiliki ritual, doa, prosedur dan ketentuan tertentu yang harus dijalani oleh seseorang yang akan atau sedang menjalankannya.
4 Responses for "Mencari ketenangan jiwa dengan berdzikir"
Komonikasi (baca: zikir pada Tuhan) adalah salah satu kebutuhan
fundamental yang harus selalu ada dan mewujud dalam diri manusia.
Manusia yang tidak melakukan komonikasi berarti dia telah menutup
diri. Dan manusia yang mempunyai kecenderungan seperti itu akan
mudah terserang depresi. Nah, dalam keadaan depresi ini, jiwanya
sedang labil. Mudah terombang-ambing oleh hal-hal yang sebenarnya
sangat sederhana.
aku bener2 membutuhkan ini, sekrang ini aku dalam keadaan yang buruku bagiku. hari2ku kian tiada nikmat, semua membosankan, kerja juga membosankan, aku sampai bingung apa sebenarnya yang aku butuhkan…..tolong mas huda beri saya pencerahan.
Asslm.Wr.Wb.
Mas huda, saya sekarang dalam keadaan bingung antara mau keluar dari pekerjaan atau tidak. Jika saya keluar, saya takut untuk tidak dapat pekerjaan lagi, dan saya takut karena sudah diberi pekerjaan oleh ALLAH SWT, malah saya memilih keluar, saya takut jika saya keluar akan menjadi beban orang2 disekitar saya. Tapi sudah 3 bulan saya bekerja saya tidak mendapatkan ketenangan hati, saya tidak dapat berfikir seperti dulu, setiap pagi saya merasakan mual jika akan berangkat kerja. Saya takut anugerah hidup yang ALLAH SWT berikan,saya sia2kan begitu saja.
Wa’alaikumussalam wr. wb.
terkait dengan kebimbangan yang sedang anda alami, ada satu solusi yang mungkin bisa menjadi jalan keluar terbaik, yaitu meminta keputusan kepada Allah SWT, Yang Maha Bijaksana.
salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan melaksanakan shalat istikharah, shalat ini biasa dilakukan untuk mencari pertimbangan atau jawaban terhadap pilihan yang kita sendiri susah untuk memilihnya.
ada baiknya anda mencoba melaksanakan sholat ini, mintalah kepada Allah jalan keluar terbaik dari polemik yang sedang anda hadapi.
Leave a reply