a little space for share
9 Dec
Beberapa kali tulisan saya tentang maulid Nabi Muhammad saw diblog ini mendapatkan “arahan” dari beberapa ikhwan yang sepertinya kurang suka dengan adanya peringatan maulid Nabi Muhammad saw, dan beberapa kali itu juga “arahan” itu saya jawab dengan kondisi yang sebenarnya dalam peringatan maulid Nabi Muhammad saw.
Memperingati maulid Nabi Muhammad saw, sejatinya adalah keharusan bagi ummmat Muhammad saw, karena Allah SWT-pun terlah berfirman : Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”(QS.Yunus:58) Dan Rasulullah saw sendiri menegaskan, bahwa rahmat yang terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada alam semesta ini, adalah dengan lahirnya Nabi Muhammad saw. Demikian sebagimana dinuqil oleh As-Suyuthi dari Ibn Abbas ra.
Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman : Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.(QS Hud:120), tampak jelas dalam pengertian ayat tersebut bahwa cerita-cerita tentang Nabi-Nabi terdahulu telah menambahkan kekuatan keimanan dalam hati Nabi Muhammd saw. Dan pada hari ini, kita ummatnya juga membutuhkan penguat terhadap keimanan dalam hati kita dengan kisah-kisah keteladanan beliau semasa hidupnya.
Peringatan maulid adalah salah satu bentuk ungkapan kegembiraan akan lahirnya baginda Nabi Muhammad saw, yang dalam satu riwayat dijelaskan, bahwa Abi Lahab, pamanda Nabi yang kafir itu saja setiap hari senin mendapatkan keringanan dari siksaan yang diterimanya. Semua itu didapatkan oleh Abu Lahab, karena dia telah memerdekakan budaknya tepat pada hari kelahiran keponakannya yang kelak menjadi Nabi Akhir Zaman itu. Abi Lahab sangat bergembira dengan kelahiran beliau.
Kalau saja Abi Lahab, sang penentang Nabi itu mendapatkan anugerah seperti itu, apalagi kita selaku ummat sang Nabi Muhammad saw, tentulah Allah SWT akan menganugerahkan pahala yang besar bagi yang bergembira dengan kelahiran beliau. Amin.
9 Responses for "Mengapa harus memperingati maulid Nabi Muhammad saw ?"
para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, serta generasi muslim yang tegak diatas sunnah nabinya, belum pernah mengadakan acara kayak gini, mana baik / siapa lebih pintar/ siapa lebih dekat dengan alloh, mereka atau anda?
Para Rasul, shahabat dan tabiin, juga tidak pernah menggunakan internet, apalagi membaca blog. Apa yang anda lakukan disini ? bukankah yang sedang anda lakukan ini adalah sesuatu yang haram dan menyesatkan ?
jangan dengan mudah memutuskan apa yang tidak dikerjakan Rasul, shahabat, tabiin dan shalafus shalih sebagai sesuatu yang sesat. Lihat dulu konteksnya, dan pelajari lebih mendalam.
Hanya orang Tolol dan Goblok.. yang tidak mau Mengagunggakan nama Nabi Muhammad SAW.
org yg Bodoh yang meanggap Maulid dan Isra Miraj itu Bid’ah…
jangan hanya tahu arti dari Al Qur’an jika tidak memahami maksud dari arti tersebut.
dalam Al Qur’an jelas di jelaskan bahwa kita wajib MEMULIAKAN namanya (Qs. Al A’raf : 157)
saudaraku2 semua sudahlah kita tidak usah saling menyalahkan, marilah kita belomba untuk mencari kebenaran yang hakiki, yang perlu kita sadari bahwa manusia itu tidak ada yang benar kecuali rosul hanya berusaha untuk menjadi manusia yang benar, kalo kita saling melayangkan tangkisan yang timbul emosi akhirnya nafsu kita yang akan berkuasa. Untuk itu saling bersabarlah saudaraku semua marilah kita beristigfar biar hati kita semua jadi damai dan nikmat, sehingga akan dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah S.W.T.
berarti anda sama saja telah menuduh para sahabat sebagai orang goblok dan tolol, karena para sahabat ,tabiin,tabiut tabiin dan imam yang 4 tidak pernah melakukan maulid.!!!!!!!! soudara merasa lebih pintar dari mereka diatas . wal iyadzu billah.
yang menuduh itu siapa ?? lah jelas-jelas anda yang menulis seperti itu… pernah baca maulid gak sih ? coba apa isinya ???
akh buya.. “tolong fahami” arti lebih dalam “memperingati/ mengingat2″ sebuah sejarah.. atu apalah… dalam hal kepentingan mengingat sejarah ini.. baca “muqaddimah ibnu khaldun”, sebagai refleksi, bagi kita agar bisa meneladani rasulullah.
dalam bacaan maulid sendiri, tidak ada hal2 yang menjerumus kemungkaran.. semua malah berisi tentang shalwat, menerangkan sejarah rasulullah, ada mau’idzatul hasanah, ada shodaqah, adapula “mediamemper erat ukhuwah islamiyah” apakah antum masih tetap mngatakan istu sesat? subhanaka ya rabb … hadza buhtanun ‘adzim…
apa”an kalian?
ga cape”nya mmperdbatkn msalh maulid nabi? malu”in aja! bagi kalian yang sering mnjalnkn maulid ya jalnkn saja kalo emang kalian punya hujah yang kuat tuk di jadikn dasar hukumnya,, dan yang mersa itu tida ada cntohnya dari rosul, ya sudah jangan saling hujat gtu!
kalo saya nurut umumnya saja,,,,
ju2r, saya tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan para mahkluq allah di atas,,,
tapi kalo boleh saya mengingat-kan,,,,
qt sebagai orang muslim harus saling mengingatkan,,,
dan kalo memang ada yang tdk sependapat, seharusnya di ijma’, agar semuanya jelas,,,,,,,,,
he2x,,,,,,,
mav, omongan q agak ngelantur.
Leave a reply